Semoga dia seorang yang sholeh yaa Allah
dan akupun akan berusaha untuk menjadi Sholehah
Insyaa Allah.
Pic from http://www.wallcoo.net/
Semoga dia seorang yang sholeh yaa Allah
dan akupun akan berusaha untuk menjadi Sholehah
Insyaa Allah.
Pic from http://www.wallcoo.net/
Ditulis pada Poetry
Masih pengen bisa hafal qur’an. Karena Qur’an itu adalah pedoman hidup, rujukan tertinggi, the rule of life. But not destination. Tak pikir2 kalo ikut program tahsin pastinya akan lebih semangat karena ada lingkungan yang memotivasi. Moga nanti dapet suami yg juga pengen hafal Qur’an jadi bisa saling murojaah gitu
Aamiin…
Doa minta dikaruniai hafalan yang kuat:
“Allahumma ij’al hifdzii qawiyyan, wa ij’al hifdzi yajrii kamaa jaraa al ma’a, wa ij’al hifdzii mubaarakan”.(Ya Allah, Jadikanlah hafalan saya hafalan yang kuat. Ya Allah, jadikan hafalan saya mengalir seperti mengalirnya air, dan jadikan hafalan saya penuh keberkahan dari-Mu).
Ditulis pada Tafakkur
Hmmm….diriview nyookk….#hayukk
1. Tahajud + yasin : masih bolong-bolong
2. Ngapalin Yasin : Belum…malah tertarik ngapalin Al Waaqiah *nah lho!*
3. Puasa Daud : Beratt…haha…Senin Kamis Dulu aja dehh…
E-tapi..tapi….ada yg nggak terduga tambahannya:
1. Rajin Sholat Dhuha 6 Rokaat >> Biar Murah Rezeki ya Neng!
2. Sholat Subuh Jamaah di Masjid
3. Ngelaksanain Sholat Rawatib! >> Gara2 denger ceramahnya Ust Yusuf Mansur
Resolusi? Sebenernya saya rada males bikin resolusi-resolusian, planing-planningan. Tapi saya sadar banget kalo memang lebih baik punya rencana ketimbang tidak punya rencana. Dua tahun terakhir ini (2010 dan 2011) waktu saya banyak dihabiskan untuk mengatasi perasaan saya. Alhamdulillah akhir tahun ini sudah jauh-jauh lebih baik.
Wokkey….berhubung ini tanggal 31 Dec 2011 yukk bikin resolusi!
Januari
1. Agama: Bulan januari saya pengen rutin Sholat Tahajud + baca Surat Yasin di pagi hari. Semoga bisa full non stop. Dan Puasa Daud (bismillah)
+ ngapalin Surat Yasin.
(outcome: konsistensi menjalankan sholat tahajud, membaca surat yasin, puasa daud dan hafalan surat yasin)
2. Saya pengen banget di tahun 2012 ini bisa start up bisnis. Jadi di bulan januari ini saya akan mengeksplorasi berbagai jenis bisnis di Bandung and how they run it.
(outcome: planning eksplorasi, melaksanakan eksplorasi dan catatan hasil eksplorasi: DEO—> ide bisnis)
Udah ya…resolusinya sampai Bulan Januari aja…hehehe….
Ditulis pada Tafakkur
Kemaren saya nuker uang baru di BI. Niat awal sih nuker 20.000 an doang. Sampai beberapa saat sebelum tiba nomor antrian saya, si petugasnya ngomong pake pengeras suara: “Bagi yang mau nukar, harap uangnya diurutkan, mulai dari 20.000, 10.000, atau 1000 “
Aku jadi inget, beberapa tahun yll aku pernah punya ide untuk nuker 1000 an baru semua, untuk sedekah. Aku pernah dengar sebuah hadits yang berbunyi “sedekahkanlah apa yang terbaik.” Hey…bukankan selembar seribuan yang baru gress juga lebih nyenengin daripada selembar yang kumal?
Lalu akhirnya aku nukerin 20.000 an sama 1000 an satu pack.
Sorenya aku jalan-jalan ke malioboro. Aku ke al fath….update latest news doang. Trus ke petra, mau beli bros buat jilbab. Lalu ke mirota batik.
Pulangnya aku menyusuri koridor malioboro sebelah barat. Di tengah jalan aku dengar ada suara orang minta-minta. Terlewat beberapa langkah tiba-tiba aku ingat uang yang tadi aku tukarkan. Masih sambil berjalan, aku geledah tasku nyari-nyari dimana uangnya tadi tak taroh. O, iya aku bener-bener nyari uangku yang masih baru tadi, bukan uang yang lain (meski nominalnya sama). Ketemu. Lalu aku berbalik dan aku cari ke ibu peminta-minta tadi.
“Alhamdulillah….Matur Nuwun Den Ayu Ndoro…”
“Sami-sami”, jawabku
Ah…..aku nggak suka dipanggil begitu. Aku jadi ingat pas aku masih kecil aku dipanggil mas heni mbah jogo tetanggaku. Lalu akupun protes “Ampun mas, heni mawon” -Jangan panggil mas, heni aja-
Dan ibu….seharusnya bukan ibu yang berterima kasih padaku, tetapi akulah yang harusnya berterima kasih pada ibu”
Sore itu rasanya hatiku bertambah sejuk dan tenang. Dan terasa sampai sore ini. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin….Matur nuwun yaa Allah…
Ditulis pada Pengalaman
Jauh sebelum aku ke sana
Aku sudah tahu, aku akan menyukai tempat itu.
*
Jauh sebelum aku ke sana
Aku tahu, aku sudah menyayangi orang-orangnya.
*
Ternyata momentum itu tiba.
Akhirnya aku berada disana, untuk pertama kalinya.
Tak berapa lama. Hanya beberapa saat.
Tapi kesan yang tertoreh begitu kuat.
*
Kutemukan sesuatu yang kucari.
Seperti aku menemukan tempat aku kembali.
*
Suasananya yang damai…
Desau suara yang lamat terdengar
Dan suara adzan magrib yang begitu lama.
Kugenggam erat. Meski kutahu waktu tak bisa digenggam
*
Aku menyukai tempat itu.
Aku suka kesederhanaan, dan ketenangannya
Kebaikan dan ketulusan penghuninya.
Mengajariku bahkan tanpa kata.
*
Sekarang kutahu. Hatiku tertinggal disana.
Tergores kuat di dalam kenangan.
*
Lalu ku berkata di dalam hati.
“Suatu saat aku akan kembali ke sana”
*
Image from:http://nabhan.deviantart.com
Ditulis pada Poetry
***
Melihat Langit....I'm Here.
Aku adalah Aku. dan Engkau adalah Engkau.
Engkau adalah salah satu cerminku. Kutahu itu.
Tapi itu dulu. Long...Long Time Ago.
Sekarang Aku Disini. Berpijak Kuat Kaki di Bumi.
Aku...Melangkah Lagi dengan PASTI!![]()
***
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
(QS. Al Mulk 1-2)
Kehidupan ini adalah ujian dari-Nya. Kebahagiaan- kesedihan. Kaya-Miskin, Musibah atau Anugerah itu juga ujian.
Ketika engkau bahagia, apakah engkau akan bersyukur atas nikmatnya? Apakah engkau tetap rendah hati dan tidak sombong ketika diberi kekayaan? Ketika suatu musibah menimpa engkau, apakah engkau akan bersabar? Semua orang diberi ujian, hanya saja kadarnya berbeda-beda.
Dunia ini hanyalah permainan. Kehidupan yang abadi adalah Kehidupan di Akhirat. Dan Kepada-Nya lah kita akan kembali.
Sedih di hati lukanya pedih
saat kumendengar kabar di Padang
Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan..Ya Allah yang Maha Pengasih lindungi mereka
Ya Allah yang Maha Pemurah tabahkan mereka
Ya Allah hapuskanlah duka dari wajah saudara kami
Ya Allah ya Ilahi dengarkanlah kami…Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan…(Lagunya Snada: Air mata Aceh dengan diubah nama kotanya)
Turut Berduka Cita atas musibah Gempa Bumi di Padang Sumatera Barat.
Innalillahi wa inna ilaihi ro’jiuun. Allahumma ajirni fi mushibati wakhlufli khairan minha.
“Sesungguhnya kami ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah kami pahala dalam musibah ini dan berilah pengganti yang lebih baik.”
Ditulis pada Melody
Sejenak termenung aku mendengar pertanyaannya. Aku puasa bukan karena ingin meminta sesuatu, aku puasa karena ingin beribadah kepada-Nya.
Semua kembali kepada niat. Aku ingat awal tahun kemaren. Waktu itu sekitar bulan Februari. Menjadi seorang pemimpin merupakan suatu hal yang berat buatku. Waktu itu karena saking beratnya aku melaksanakan puasa sunah senin-kamis. Dengan berpuasa aku merasa lebih tenang dan merasa bisa melewati hal-hal berat karena aku yakin pada pertolongan-Nya.
Sebulan berlalu, lama-lama aku merasa jabatan sebagai pemimpin itu bukan lagi hal yang berat. Alhamdulillah, mungkin karena udah belajar caranya, jadi lama2 terasa biasa saja. Tetapi hal itu ternyata berefek pada puasaku. Karena niat awal puasa adalah karena menghadapi hal yg berat, maka ketika hal yg berat itu terlewati, puasanya juga mengendur.
Aku merenungkan hal itu. Lalu aku tersadarkan oleh sebuah hadist:
“innamal a’malu binniyat, wa innamal likuli amri in fa nawa.”
Sesungguhnya semua amalan itu adalah tergantung pada niatnya, dan seseorang akan sampai pada apa yg diniatkannya tersebut.
…
Jadi ketika engkau berpuasa karena menginginkan sesuatu, maka ketika sesuatu itu tercapai. Bisa jadi engkaupun akan meninggalkan puasa. Karena seseorang hanya akan sampai pada apa yg diniatkannya.
Pengalaman itu menyadarkanku untuk memperbaiki niat puasaku. Aku berpuasa karena ingin mengharapkan ridho-nya. Aku berpuasa karena dengan berpuasa aku mendapatkan kejernihan hati dan pikiran. Aku berpuasa karena aku merasa saat saat berpuasa adalah saat-saat yang indah. Menahan Lapar dan dahaga hanya karena Allah. Bisa Bersyukur atas karunianya pada saat berbuka puasa. Ah…Betapa nikmat hidup ini.
Ditulis pada Tafakkur