Perfect Life

Ya Allah Tabahkan Mereka (untuk para korban gempa di Padang)

12 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sedih di hati lukanya pedih
saat kumendengar kabar di Padang

Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan..

Ya Allah yang Maha Pengasih lindungi mereka
Ya Allah yang Maha Pemurah tabahkan mereka
Ya Allah hapuskanlah duka dari wajah saudara kami
Ya Allah ya Ilahi dengarkanlah kami…

Mungkin hanya doa yang dapat terucap
Maafkanlah kami yang tlah melalaikan
Maafkan…

(Lagunya Snada: Air mata Aceh dengan diubah nama kotanya)


Turut Berduka Cita atas musibah Gempa Bumi di Padang Sumatera Barat.

Innalillahi wa inna ilaihi ro’jiuun. Allahumma ajirni fi mushibati wakhlufli khairan minha.

“Sesungguhnya kami ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah kami pahala dalam musibah ini dan berilah pengganti yang lebih baik.”

→ Tinggalkan KomentarKategori: 1

Puasa: Tergantung Niatnya

20 Agustus 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang teman bertanya, “Kamu kok puasa terus, memangnya kamu mau minta apa?”

Sejenak termenung aku mendengar pertanyaannya. Aku puasa bukan karena ingin meminta sesuatu, aku puasa karena ingin beribadah kepada-Nya.

Semua kembali kepada niat. Aku ingat awal tahun kemaren. Waktu itu sekitar bulan Februari. Menjadi seorang pemimpin merupakan suatu hal yang berat buatku. Waktu itu karena saking beratnya aku melaksanakan puasa sunah senin-kamis. Dengan berpuasa aku merasa lebih tenang dan merasa bisa melewati hal-hal berat karena aku yakin pada pertolongan-Nya.

Sebulan berlalu, lama-lama aku merasa jabatan sebagai pemimpin itu bukan lagi hal yang berat. Alhamdulillah, mungkin karena udah belajar caranya, jadi lama2 terasa biasa saja. Tetapi hal itu ternyata berefek pada puasaku. Karena niat awal puasa adalah karena menghadapi hal yg berat, maka ketika hal yg berat itu terlewati, puasanya juga mengendur.

Aku merenungkan hal itu. Lalu aku tersadarkan oleh sebuah hadist:

“innamal a’malu binniyat, wa innamal likuli amri in fa nawa.”

Sesungguhnya semua amalan itu adalah tergantung pada niatnya, dan seseorang akan sampai pada apa yg diniatkannya tersebut.

Jadi ketika engkau berpuasa karena menginginkan sesuatu, maka ketika sesuatu itu tercapai. Bisa jadi engkaupun akan meninggalkan puasa. Karena seseorang hanya akan sampai pada apa yg diniatkannya.

Pengalaman itu menyadarkanku untuk memperbaiki niat puasaku. Aku berpuasa karena ingin mengharapkan ridho-nya. Aku berpuasa karena dengan berpuasa aku mendapatkan kejernihan hati dan pikiran. Aku berpuasa karena aku merasa saat saat berpuasa adalah saat-saat yang indah. Menahan Lapar dan dahaga hanya karena Allah. Bisa Bersyukur atas karunianya pada saat berbuka puasa. Ah…Betapa nikmat hidup ini.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tafakkur

“Perfect” Day

20 Agustus 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hari ini hari terakhir puasa sunah sebelum Ramadhan. Alhamdulillah… Aku ngerasa hari ini adalah hari yg sempurna. Kata “hari yang sempurna” adalah sebutan ku untuk hari dimana aku melaksanakan 7 amalan sunah: Sholat Tahajud, Sholat Subuh Jama’ah di Masjid, Sholat Fajar, Sholat Dhuha, Puasa, Hafalan AlQuran dan Zakat/sedekah.

“Perfect Day” adalah hari yang sempurna. Aku merasa bahwa 7 amalan sunah itu adalah basic sebelum nantinya memperbaiki amalan lain seperti  akhlakul karimah dan lain sebagainya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tafakkur

Ketetapan Allah

20 Mei 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

QS. Al Hadiid 57:22-23

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.


Terkait dengan fenomena takdir, maka wujud kelemahan manusia itu ialah ketidaktahuannya akan takdirnya. Manusia tidak tahu apa yang sebenarnya akan terjadi. Kemampuan berfikirnya memang dapat membawa dirinya kepada perhitungan, proyeksi dan perencanaan yang canggih. Namun setelah diusahakan realisasinya tidak selalu sesuai dengan keinginannya. Manuisa hanya tahu takdirnya setelah terjadi.

Oleh sebab itu sekiranya manusia menginginkan perubahan kondisi dalam menjalani hidup di dunia ini, diperintah oleh Allah untuk berusaha dan berdoa untuk merubahnya. Usaha perubahan yang dilakukan oleh manusia itu, kalau berhasil seperti yang diinginkannya maka Allah melarangnya untuk menepuk dada sebagai hasil karyanya sendiri. Bahkan sekiranya usahanya itu dinialianya gagal dan bahkan manusia itu sedih bermuram durja menganggap dirinya sumber kegagalan, maka Allah juga menganggap hal itu sebagai kesombongan yang dilarang juga (Al Hadiid QS. 57:23).

Nemu tulisan ini waktu baca-baca di wikipedia tentang takdir. What is takdir? Manusia tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya. Kita adalah berusaha dan berdoa. Berusaha dengan sebaik-baiknya dan berdoa dengan ikhlas. Lalu mengenai hasil, tawakkal kepada Allah. Berserah diri kepadanya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tafakkur
Ditandai: ,

Fa idzaa Azzamta fa tawakkal ‘alallah

7 Mei 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Fa idzaa ‘azzamta, fa tawakkal ‘alallah. Innallaha yuhibbul mutawakkilin.

Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berserah diri kepadaNya

Sudah beberapa waktu ini merasa jenuh. Sekarang saatnya bangkit kembali. Mencoba menata lagi hati dan pikiran. Rabb…aku sungguh rindu kembali kepadaMu. Aku merindukan saat-saat bermunajat kepadaMu. Kemana perginya Tahajjud dan Puasa Sunah-ku? Aku memetik hikmah: Bahwa suatu amalan itu harus dikerjakan secara konsisten. Sekali terputus, berat untuk memulainya lagi.

Rabb..aku ingin memulai lagi, istiqomah untuk beribadah kepadamu. Menikmati indahnya malam-malam sunyi. Berdoa. Memohon ampunan atas segala salah dan khilaf.

Bismillah… Kuatkan tekad, do it consistency. Just do it!

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tafakkur
Ditandai: , ,

Perfect!

6 Mei 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sempurna

by. Gita Gutawa

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
Akan selalu memujamu

Di setiap langkahku
Kukan selalu memikirkan dirimu
Tak bisa ku bayangkan
Hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu manghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku, lengkapi diriku

Oh sayangku kau begitu…
Sempurna…

Kau genggam tanganku…
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapuskan semua sesalku

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu manghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku, lengkapi diriku

Oh sayangku kau begitu…
Sempurna…

→ Tinggalkan KomentarKategori: Melody